22.1.21

Assalamualaikum.. 

Gimana nih kabarnya? Semoga sehat semuanya ya. Kali aja ada yang ulang tahun, happy birthday😂❤


selamat membaca


(Sumber:https://pin.it/2R0Z8zH) 


Hijab merupakan simbol harga diri, kemuliaan, penjagaan, dan malu. 

Allah SWT berfirman dalam QS An Nur ayat 31: 

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.".    

Kewajiban berhijab merupakan tuntunan syariat Islam.

Kepribadian model apa yang dimiliki perempuan yang berhias dan mempertontonkan aurat, sedangkan ia membangkitkan syahwat lawan jenis dan menentang perintah Allah?! Seandainya hati perempuan yang tidak berjilbab itu penuh dengan rasa takut kepada Allah, maka ia akan takut pada kemurkaan-Nya.

Seandainya hati perempuan yang tidak berjilbab itu penuh dengan rasa cinta kepada Allah, maka ia akan segera melaksanakan perintah-Nya. Seandainya hati perempuan yang tidak berhijab itu cinta kepada Rasulullah dan menyukai perintahnya, maka ia akan segera memakai hijab.

Seandainya hati perempuan yang tidak berjilbab dipenuhi dengan rasa cinta kepada wanita salehah, tentu ia akan mengikuti mereka dan memakai jilbab.  Seandainya hati perempuan yang tidak berhijab itu cinta kepada Rasulullah dan menyukai perintahnya, maka ia akan segera memakai hijab. Seandainya hati perempuan yang tidak berjilbab dipenuhi dengan rasa cinta kepada wanita salehah, tentu ia akan mengikuti mereka dan memakai jilbab

(Sumber:https://pin.it/cNs5gxg) 

Katakanlah kepada dirimu sendiri, "Keinginanku adalah ridha Allah, kebahagianku ada pada perasaanku, dan perasaanku adalah ketika Allah ridha kepadaku, karena aku mengikuti petunjuk-Nya. Dengan Islam aku berusaha agar kebiasaanku yang buruk tidak menguasai dan menyetir tingkah lakuku. 

Dalam ayat yang mulia ini Allah SWT menyeru wanita mukminah untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan dengan tidak menampakkan perhiasan kepada non mahram kecuali apa yang tampak sesuai tabiatnya, seperti pakaian. Hendaklah mereka menjulurkan kerudung mereka sampai ke dada mereka agar mereka dapat menutupi rambut, leher, dan dada  mereka.   

Jadi, siapa nih yg belum berhijab? Mulai sekarang harus pake hijab ya. Kan itu udah kewajiban bagi wanita muslim

Kalau masih ga siap di paksa, nanti lama lama juga terbiasa. Mending di paksa masuk syurga kan dari pada suka rela masuk neraka. 

Semoga bermanfaat🤗

Assalamualaikum.. 



21.1.21

Hi, gimana ni kabarnya? Coment di bawah ya kabar kalian hari ini gimana. Hihihi^.^

Semoga di masa pandemi ini kita selalu di kasih kesehatan, aamiin. Yang sakit semoga cepat sembuh. Oh iya hari ini udah bilang alhamdulillah belum? Jangan lupa bersyukur ya💙

Selamat membaca


Hukum Pacaran dalam Islam 


           (Sumber foto: https://pin.it/UZJxxyE) 

Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya 

Pelarangan itu demi menghindarkan seseorang terjerumus dalam perzinahan. Karena pada umumnya perzinahan bermula dari situasi berduaan. 

Akan tetapi berbeda hukumnya jika yang dimaksud dengan pacaran adalah upaya saling mengenal menjajaki kemungkinan untuk menjalin pernikahan dalam momentum khitbah melamar. Karena sesungguhnya hal itu sama seperti mendukung anjuran Rasulullah saw terhadap generasi muda muslim untuk menikah, sebagai solusi menghindarkan diri dari perzinahan.

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah saw mengatakan: Hai sekalian pemuda, barang siapa diantara kamu yang telah sanggup melaksanakan akad nikah, hendaklah melaksanakannya. Maka sesungguhnya melakukan akad nikah itu (dapat) menjaga pandangan dan memlihar farj (kemaluan), dan barangsiapa yang belum sanggup hendaklah ia berpuasa (sunat), maka sesunguhnya puasa itu perisai baginya” (muttafaq alaih) .

Demikian Rasulullah saw juga mengajarkan perlunya perkenalan dan menganjurkannya walau dalam waktu yang singkat sebagaimana pengalaman Al-Mughirah bin Syu’bah ketika meminang seorang perempuan, maka Rasulullah berkomentar kepadanya "Lihatlah dia (wanita itu), sesungguhnya melihat itu lebih pantas (dilakukan) untuk dijadikan lauknya cinta untuk kalian berdua. Oleh karena itu, segala macam bentuk pacaran tidak dapat dibenarkan kecuali jika pacaran yang bermakna khitbah yang membolehkan seorang lelaki hanya memandang muka dan telapak tangan perempuan, tidak lebih

Jadi, siapa ni yang masih pacaran? Ga takut sama Allah? Ga takut neraka? 

Kalau udah siap cepat cepat di putusin ya bund, insyaallah nanti di ganti sama Allah yang lebih baik. Dan yang ga pacaran tetap istiqomah ya. 

Buat yang ga pacaran kalau ada yang bilang "ga laku ya?" bilang aja "mutiara itu mahal gabisa di miliki cuma dengan I love u tapi dengan qobiltu" atau ada yang bilang "hari gini ga pacaran apa kata dunia" jawab aja "hari gini pacaran apa kata akhirat"

kepo? Buka aja: https://vt.tiktok.com/ZSwrXvN9/

Udah si itu aja, semoga bermanfaat🤓

assalamualaikum.. 


Assalamualaikum..  Gimana nih kabarnya? Semoga sehat semuanya ya. Kali aja ada yang ulang tahun, happy birthday😂❤ selamat membaca (Sumber:h...